Lebih Energik Memimpin Sulut, Olly Dondokambey Promosikan Steven Kandouw

Manado – Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven OE Kandouw akan segera berakhir pada Desember 2024 mendatang.

Dengan demikian untuk melanjutkan kepemimpinan di Sulut dibutuhkan figur yang memiliki komitmen yang sama dalam memajukan pembangunan daerah.

Olly menilai figur yang tepat dan memiliki komitmen yang sama, ada di dalam sosok Steven OE Kandouw.

“Tidak usah ragu, karena yang akan menggantikan saya kemudian adalah Pnt Drs Steven Kandouw, yang akan kita topang untuk mencalonkan sebagai gubernur,” ungkap Olly saat menyampaikan sambutan di ibadah syukur HUT ke-97 Jemaat GMIM Nafiri Walewangko, Kabupaten Minahasa, Minggu (7/7/2024).

Ada sejumlah pertimbangan yang dinilai Olly hanya dapat dilakukan oleh Kandouw, yakni berdasarkan keputusan dan kebijakan maupun program yang telah dijalankan bersama selama dua periode.

“Yang kami buat tidak ada perubahan, malah mungkin ada perbaikan yang lebih baik. Karena dia (Kandouw-red) sudah dua periode belajar mendampingi saya dan Steven Kandouw masih energik, muda, pintar dan tentunya akan lebih dari saya,” ucap Olly yakin.

Dari sisi usia, sebut Olly, Kandouw lebih muda 10 tahun, sehingga sepak terjangnya akan lebih energik.

“Saya dengan Steven Kandouw beda 10 tahun. Pasti akan lebih energik membangun Sulut ke depan. Untuk itu, mari kita topang bersama, agar Sulut lebih maju ke depan,” ujar Olly disambut tepukan jemaat.

Berbagai pembangunan infrastruktur daerah, lanjut Olly telah direalisasikan, antara lain dengan dibukanya penerbangan langsung Bandara Sam Ratulangi dan akses pelabuhan Bitung yang telah terbuka.

“Ini semua dapat dilanjutkan oleh orang yang punya komitmen yang sama dalam membangun Sulut ke depan. Karena itu, bantu dengan doa dan suara, sehingga Sulut tetap maju ke depan karena harapan ke depan masih luas bagi Sulut. Akses penerbangan dari bandara Sam Ratulangi langsung ke mana-mana, begitu juga dengan pelabuhan Bitung langsung terbuka ke mana-mana. Hal ini perlu dilanjutkan oleh komitmen yang sama dalam membangun Sulut ke depan,” jelas Olly.

Olly juga menegaskan bahwa kepemimpinannya saat ini, mendapatkan kepercayaan dari banyak investor. “Kalau mereka masih melihat saya dan Steven, pasti mereka akan terus berinvestasi di Sulut. Ini yang perlu kita jaga jangan sampai memberikan dukungan ke depan kepada pemimpin yang mempunyai konsep yang lain, kita jalani terus ke depan untuk membangun Sulut,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly juga mohon pamit. “Jadi saya mohon pamit. Terima kasih atas dukungan bapak dan ibu selama dua periode ini,” katanya.

Sebelumnya, Olly juga mengisahkan bahwa sejak terjun ke dunia politik senantiasa didukung oleh GMIM.

“Saya terjun di politik mulai tahun 2024 , sampai hari ini saya tetap didukung penuh oleh jemaat GMIM. Tiga periode saya anggota DPR, dua periode saya sebagai gubernur, selalu ditopang doa dan suara.

“Komitmen kami terus membangun. Salah satunya pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit, gedung pertemuan yang bisa menampung sekitar 4 sampai 5 ribu orang, yang sebentar lagi akan diresmikan,” ucapnya.

Kepada jemaat yang hadir, Gubernur Olly juga mengatakan bahwa kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sulut dan GMIM telah banyak berdampak yang sangat postif. Baik dari segi pembangunan iman maupun pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana pelayanan yang ada di GMIM.

“Kami sebagai pemerintah Olly dan Steven sangat bersyukur, karena atas tuntunan dan topangan doa dari hamba-hamba Tuhan dan jemaat GMIM selalu berjalan terus membangun daerah dan sampai hari ini. Bahkan ekonomi Provinsi Sulut selalu diberkati Tuhan sehingga dampak kemajuan bisa kita lihat. Kalau daerah-daerah lain banyak pengangguran, kalau di Sulut pengangguran semakin berkurang, tingkat kemiskinan juga semakin berkurang,” tukasnya sembari menambahkan bahwa data tersebut sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS).

“Tingkat kemiskinan dan pengangguran berkurang, karena banyak topangan doa dan mau bekerja. Ini juga bukti dari program Marijo Bakobong sangat berdampak sehingga Nilai Tukar Petani di Sulut dapat berjalan baik,” sebut Olly kembali.

“Banyak hal yang perlu kita syukuri dalam segala hal, kami sangat berterima kasih kepada jemaat GMIM,” ujarnya.

(*SulutOnline )

Telah dibaca: 6

Sulut Online

Berita sejenis