
Sulutonline – Manado, The Nice Park Manado akhirnya memberikan klarifikasi resmi setelah menjadi sorotan publik di berbagai platform media sosial. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh pihak manajemen dan perwakilan owner dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (13/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang Manajemen Rangga Saputra bersama tim Public Relations yang diwakili Rezard Paat dan Andre Kumiang memaparkan lima poin utama sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.
Pertama, mereka menegaskan komitmen terhadap nilai toleransi. Sejak awal berdiri, The Nice Park disebut menjunjung tinggi keberagaman serta saling menghormati antar pengunjung tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun budaya.
Kedua, terkait kebijakan yang berlaku, manajemen meluruskan bahwa tidak pernah ada larangan bagi pengunjung untuk beribadah atau berdoa secara pribadi.
Pengaturan yang dilakukan di area tertentu semata-mata bertujuan menjaga kenyamanan, ketertiban, dan fungsi ruang sebagai area rekreasi.
Ketiga, dalam upaya menjaga kenyamanan bersama, petugas di lapangan disebut hanya memberikan arahan kepada pengunjung, khususnya jika aktivitas dilakukan secara berkelompok di ruang dengan fungsi khusus agar tidak mengganggu pengunjung lain.
Keempat, pihak manajemen mengakui adanya kemungkinan kesalahpahaman dalam penyampaian informasi di lapangan.
Oleh karena itu, evaluasi internal telah dilakukan guna meningkatkan kualitas komunikasi agar lebih bijak, santun, dan tidak menimbulkan interpretasi yang keliru di masa depan.
Kelima, mereka menyatakan terbuka terhadap masukan dari masyarakat serta siap membangun dialog demi menciptakan suasana yang lebih harmonis.
Pihak pengelola juga menyampaikan bahwa permasalahan yang sempat mencuat telah diselesaikan secara kekeluargaan. Proses penyelesaian dilakukan dengan komunikasi terbuka, saling menghormati, serta mengedepankan semangat toleransi.
Seiring dengan kondisi yang telah kondusif, The Nice Park Manado kini resmi kembali beroperasi dan dibuka untuk umum. Manajemen berharap masyarakat dapat kembali menikmati fasilitas yang tersedia dengan suasana yang lebih nyaman, aman, dan inklusif.
Terkait perizinan usaha, pihak owner menyampaikan bahwa secara umum izin telah terpenuhi, meskipun masih ada beberapa proses administratif yang berjalan seiring pengembangan tempat wisata tersebut.
Dari sisi pemerintah desa, Sekretaris Desa Sawangan, Siska Sondakh, menyampaikan apresiasi atas kehadiran The Nice Park yang dinilai memberikan dampak positif, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Penutupan sementara yang sempat terjadi kini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh.
Dengan dibukanya kembali destinasi ini, manajemen membawa semangat baru : pelayanan yang lebih baik, komunikasi yang lebih jelas, serta komitmen menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, pihak manajemen mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dan saling menghormati, agar tempat wisata ini dapat terus menjadi ruang rekreasi yang ramah bagi semua kalangan.(pr)
